Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian persalinan sectio caesarea
Background: The rate of cesarean section (CS) deliveries continues to rise globally. The World Health Organization (WHO) reports that approximately 21% of births worldwide are performed via cesarean section, while in Indonesia, the figure reaches 25–30%. Data from Dr. H. Abdul Moeloek Regional General Hospital in Bandar Lampung for 2025 indicate that out of 437 deliveries, 175 (40.0%) were cesarean sections. This high rate highlights the significant prevalence of cesarean sections in the hospital, necessitating the identification of associated factors to serve as a basis for preventing complications during pregnancy and childbirth.
Purpose: To determine the factors associated with the occurrence of cesarean section deliveries.
Method: This study employed a quantitative, observational-analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 437 women who gave birth, with a sample of 209 respondents selected using purposive sampling. Data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-Square test at a 95% confidence level.
Results: The majority of respondents were aged 20–35 years (57.4%), did not experience premature rupture of membranes (PROM) (51.2%), did not have severe preeclampsia (65.6%), and underwent a cesarean section (58.4%). The analysis revealed significant associations between maternal age and cesarean section (p=0.000; OR=0.043), PROM and cesarean section (p=0.000; OR=11.931), and severe preeclampsia and cesarean section (p=0.000; OR=13.033).
Conclusion: Maternal age, premature rupture of membranes, and severe preeclampsia are significantly associated with cesarean section deliveries, with severe preeclampsia being the factor with the strongest association.
Suggestion: Pregnant women are advised to undergo routine antenatal check-ups, monitor their blood pressure throughout pregnancy, manage stress, limit the intake of salt as well as foods high in fat and cholesterol, maintain a nutritionally balanced diet, and follow the guidance of healthcare professionals. These measures can help minimize the occurrence of severe preeclampsia and the need for a cesarean section.
Keywords: Cesarean Section; Maternal Age; Premature Rupture of Membranes; Severe Preeclampsia.
Pendahuluan: Angka persalinan sectio caesarea (SC) terus mengalami peningkatan di berbagai negara. World Health Organization (WHO) melaporkan sekitar 21% persalinan di dunia dilakukan dengan sectio caesarea, sedangkan di Indonesia mencapai 25–30%. Berdasarkan data RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2025, dari 437 persalinan terdapat 175 kasus (40,0%) persalinan sectio caesarea. Tingginya angka tersebut menunjukkan masih besarnya kejadian sectio caesarea di rumah sakit sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut sebagai dasar upaya pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan.
Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian persalinan sectio caesarea.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 437 ibu bersalin, dengan sampel sebanyak 209 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil: Sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (57.4%), tidak mengalami KPD (51.2%), tidak mengalami PEB (65.6%), dan menjalani persalinan sectio caesarea (58.4%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara usia ibu dengan kejadian sectio caesarea (p=0.000; OR=0.043), KPD dengan kejadian sectio caesarea (p=0.000; OR=11.931), serta PEB dengan kejadian sectio caesarea (p=0,000; OR=13.033).
Simpulan: Usia ibu, ketuban pecah dini, dan preeklamsia berat berhubungan signifikan dengan kejadian sectio caesarea, dengan preeklamsia berat sebagai faktor yang memiliki hubungan paling kuat.
Saran: Ibu hamil disarankan melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin, memantau tekanan darah selama kehamilan, mengelola stres, membatasi konsumsi garam serta makanan tinggi lemak dan kolesterol, menerapkan pola makan bergizi seimbang, dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan agar kejadian preeklamsia berat serta kebutuhan tindakan sectio caesarea dapat diminimalkan.
Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini; Preeklamsia Berat; Sectio Caesarea; Usia Ibu.
-
Ameliah, R., Sari, E. P., & Hamid, S. A. (2022). Hubungan Kelainan Letak Janin, Preeklampsia dan Ketuban Pecah Dini dengan Sectio Caesaria di RSUD Dr. H. Mohamad Rabain Muara Enim. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(1), 522-526. 10.33087/jiubj.v22i1.1799
-
Ami, O., Maran, J. C., Cohen, A., Hendler, I., Zabukovek, E., & Boyer, L. (2023). Childbirth simulation to assess cephalopelvic disproportion and chances for failed labor in a French population. Scientific Reports, 13(1), 1110. https://www.nature.com/articles/s41598-023-28459-6
-
Arantika, F., & Pratiwi, F. (2024). Patologi Kehamilan (Memahami berbagai Penyakit dan Komplikasi Kehamilan). Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
-
Betran, A. P., Ye, J., Moller, A. B., Souza, J. P., & Zhang, J. (2021). Trends and projections of caesarean section rates: global and regional estimates. BMJ global health, 6(6), e005671. https://gh.bmj.com/content/6/6/e005671
-
Dila, W., Nadapda, T. P., Sibero, J. T., Harahap, F. S. D., & Marsaulina, I. (2022). Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Sectio Caesarea Periode 1 Januari –Desember 2019 di RSU Bandung Medan. Journal of Healthcare Technology And Medicine, 8(1), 359-368.
-
Gee, M. E., Dempsey, A., & Myers, J. E. (2020). Caesarean section: techniques and complications. Obstetrics, Gynaecology & Reproductive Medicine, 30(4), 97-103. 10.1016/j.ogrm.2020.02.004
-
Handayany, R. N. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Sectio Caesarea Pada Ibu Bersalin di RS Handayani Kotabumi Lampung Utara Tahun 2020. Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH), 3(1), 52-61. https://doi.org/10.30604/jaman.v3i1.408
-
Juliathi, N. L. P., Marhaeni, G. A., & Mahayati, N. M. D. (2021). Gambaran persalinan dengan sectio caesarea di instalasi gawat darurat kebidanan rumah sakit umum pusat sanglah Denpasar tahun 2020. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 9(1), 19-27. https://doi.org/10.33992/jik.v9i1.1475
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
-
Manuaba, I. B. G. (2018). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC
-
Nirnasari, M., Astuti, N. T., Evi, N., & Marianthi, N. D. (2025). Buku Patologi Persalinan. Jakarta Selatan: Mahakarya Citra Utama Group.
-
Pratiwi, N. D., Putri, N. S., Anggini, S. M., & Wulandari, S. (2024). Faktor Penyebab Dan Faktor Risiko Plasenta Previa. Stetoskop: The Journal Of Health Science, 1(2), 6-18. https://doi.org/10.70656/stjhs.v1i2.169
-
Prihadianto, D. G., Kusumawardani, E., & Riski, M. R. (2024). Hubungan ketuban pecah dini dengan persalinan sectio caesarea di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam, 14(1), 89-96. https://doi.org/10.37776/zked.v14i1.1379
-
Rachmawati, F., & Nurliyani, N. (2024). Manajemen persalinan non farmakologi. Jawa Tengah: Penerbit Tahta Media.
-
Saifuddin, A. B. (2020). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
-
Siantar, R. L., Rostianingsih, D., Ismiati, T., & Bunga, R. (2022). Buku ajar asuhan kebidanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Malang: Rena Cipta Mandiri.
-
Ulfa, Z. R. A., Ramadianti, D., & Andriani, L. (2024). Asuhan Kebidanan Pada Ny “F” Dengan Sectio caesarea (Sc) Hari Ke2 Di Ruang Rawatan Mawarrsud Dr. Adnaan Wd Kota Payakumbuh Tahun 2024. Journal Of Andalas Medica, 2(2), 68-79.
-
Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. (2021). Varney’s Midwifery (6th ed.). Jones & Bartlett Learning. https://lisa.poltekkesjakarta3.ac.id/perpustakaan/index.php?p=show_detail&id=2995
-
Wahyuni, I., & Aditia, D. S. (2023). Buku Ajar Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal untuk Mahasiswa Kebidanan: Disertai dengan Evidence Based Pelayanan Kebidanan. Jakarta Selatan: Penerbit Salemba.
-
World Health Organization. (2021). WHO statement on caesarean section rates. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/who-statement-on-caesarean-section-rates-frequently-asked-questions
Similar Articles
- Mentari Kusuma Putri, Yesi Nurmalasari, Dita Fitriani, Nita Sahara, Pengaruh ekstrak kulit pisang kepok (musa paradisiaca l.) terhadap gula darah sewaktu dan berat badan pada mencit (mus musculus) model diabetes melitus tipe 2 , Journal of Pharmacy and Tropical Issues: Vol. 6 No. 6 (2026): Volume 6 Nomor 6
- Hasrianti Hasrianti, Dian Meiliani Yulis, Ristiani Ristiani, Efektivitas aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III , Journal of Pharmacy and Tropical Issues: Vol. 6 No. 6 (2026): Volume 6 Nomor 6
- Vincentia Maria Irine, Yuswanto Setyawan, Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan efektivitas terapi antihipertensi pada pasien hipertensi , Journal of Pharmacy and Tropical Issues: Vol. 6 No. 6 (2026): Volume 6 Nomor 6
You may also start an advanced similarity search for this article.