Dampak penggunaan aplikasi farmacare terhadap pencatatan penjualan obat di apotek x

Ni Kadek Dian Permata Sari (Studi Sarjana Farmasi Klinis dan Komunitas, Fakultas Kesehatan, Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada)
Gede Trima Yasa (Studi Sarjana Farmasi Klinis dan Komunitas, Fakultas Kesehatan, Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada)
A A Bagus Suryantara (Studi Sarjana Farmasi Klinis dan Komunitas, Fakultas Kesehatan, Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada)
DOI: 10.56922/pti.v6i6.26 Published: 2026-10-24 pp. 579-585
Full-Text Downloads:
Access and read the complete peer-reviewed article

Background: Manual recording of medicine sales in pharmacies remains prone to error, data duplication, and reporting delays, which hinders the efficiency of stock management and the accountability of pharmaceutical administration. The implementation of the Farmacare application as a digital recording system is expected to be a solution to these problems.

Purpose: This study aimed to identify and compare the process of medicine sales recording at Pharmacy X before and after the implementation of the Farmacare application, and to identify the factors influencing the efficiency and effectiveness of its use.

Method: This study used a mixed-methods design combining secondary data analysis of sales reports across eight recording indicators for the periods before (August–October 2025) and after (November 2025–January 2026) Farmacare implementation, with semi-structured interviews with three informants analyzed thematically.

Results: The average recording score increased from 12.5% to 91.7% (an increase of 79.2 percentage points); six of the eight indicators improved significantly, while the batch-number and expiration-date indicators reached only 66.7% due to declining data-input discipline. Farmacare was perceived as useful, easy to use, and more reliable than the manual system, although network instability and the absence of automatic alert features remained constraints.

Conclusion: Farmacare implementation is effective in improving the accuracy and consistency of medicine sales recording, although its success still depends on staff discipline and network infrastructure reliability.

 

Keywords: Effectiveness, Farmacare, Medication Sales Recording, Mixed-Methods, Pharmacy

 

Pendahuluan: Pencatatan penjualan obat secara manual di apotek masih rentan terhadap kesalahan, duplikasi data, dan keterlambatan pelaporan, sehingga menghambat efisiensi pengelolaan stok serta akuntabilitas administrasi kefarmasian. Penerapan aplikasi Farmacare sebagai sistem pencatatan berbasis digital diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Tujuan: Untuk mengidentifikasi dan membandingkan proses pencatatan penjualan obat di apotek x. sebelum dan sesudah penerapan aplikasi Farmacare, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi dan efektivitas penggunaannya.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran yang menggabungkan analisis data sekunder laporan penjualan pada delapan indikator pencatatan selama periode sebelum (Agustus–Oktober 2025) dan sesudah (November 2025–Januari 2026) penerapan farmacare, dengan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga informan yang dianalisis secara tematik.

Hasil: Rata-rata skor pencatatan meningkat dari 12.5% menjadi 91.7% (naik 79.2 poin); enam dari delapan indikator meningkat signifikan, sementara indikator nomor batch dan tanggal kedaluwarsa hanya mencapai 66.7% akibat menurunnya kedisiplinan input data. Farmacare dinilai berguna, mudah digunakan, dan lebih tepercaya dibanding sistem manual, meskipun masih terkendala stabilitas jaringan dan belum tersedianya fitur peringatan otomatis.

Simpulan: Penerapan Farmacare efektif meningkatkan akurasi dan konsistensi pencatatan penjualan obat, namun keberhasilannya tetap bergantung pada kedisiplinan staf dan keandalan infrastruktur jaringan.

 

Kata Kunci: Aplikasi Farmacare; Apotek; Dampak Penggunaan; Pencatatan Penjualan Obat.

Dampak penggunaan aplikasi farmacare terhadap pencatatan penjualan obat di apotek x. (2026). Journal of Pharmacy and Tropical Issues, 6(6), 579-585. https://doi.org/10.56922/pti.v6i6.26
  1. Agustiningsih, I., & Wijayanti, E. (2025). Penggunaan Qr Code Dalam Akses Dan Pelayanan Kesehatan Guna Pencapaian Target Patient Safety; Literatur Review. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 4(2), 99-118. https://doi.org/10.56586/pipk.v4i2.456
  2. Anwar, I., Sinala, S., Nurisyah, N., Adhayanti, I., & Dewi, S. T. R. (2022) Review: Medication error in prescribing and dispensing phases on outpatient. Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy), 8(1), 52–64. 10.22487/j24428744.2022.v8.i1.15800
  3. Basir, H., Wahyuni, Y. S., & Pratiwi, A. E. (2023). Gambaran Alur Penerimaan dan Penyimpanan Perbekalan Farmasi di Apotek Asyura Medika Desa Panciro Kabupaten Gowa. Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 7(2), 26-36. https://doi.org/10.59060/jurkes.v7i2.290
  4. Dea, S. A., & Syafiul, M. (2025). Peningkatan Akurasi Pendistrubusian Obat Melalui Sistem Monitoring Di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Jekin-Jurnal Teknik Informatika Учредители: Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah, 5(1), 316-327.
  5. Firdaus, R., Syeira, K., & Wijaya, N. (2025). Transformasi digital sistem informasi kesehatan menuju layanan kesehatan yang terkoneksi dan berpusat pada pasien. Economics and Digital Business Review, 6(2), 1045-1055.
  6. Handayani, M., Rachman, I., Akbar, A. A., Mappanyukki, A. A., & Wahyudin, W. (2024). Analisis sistem pencatatan kartu stok obat di puskesmas batua Kota Makassar. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum Dan Farmasi (JRIKUF), 2(4), 106-116. https://doi.org/10.57213/jrikuf.v2i4.464
  7. Idris, V., & Solikin, S. (2023). Sistem Informasi Penjualan Obat Pada Apotek Serambi Menggunakan Metode Prototype. https://doi.org/10.51211/imbi.v8i2.2722
  8. Iriani, A. D., & Hanifa, L. (2022) Analisis pencatatan dan pelaporan akuntansi atas persediaan obat pada Apotek Sejahtera Medical Center. Entries: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMButon, 4(2), pp.1–14.
  9. Ismiratri, N., Hasanbasri, M., & Marthias, T. (2023). Evaluasi Sistem Pencatatan Dan Pelaporan Dalam Implementasi Program PONED Di Kabupaten Purbalingga. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, 12(03), 121.
  10. Johan, W., & Utri, N. A. (2023). Sistem Informasi Persediaan Obat Pada Apotek Andhita Kota Tangerang. JAIS-Journal of Accounting Information System, 3(1), 28-35. https://doi.org/10.31294/jais.v3i1.2335
  11. Junaidi, A., Kholifah, U., & Newa, Y. (2025). Analisis Medication Error Pada Peresepan Manual Dan Peresepan Elektronik Fase Prescribing Di Klinik Citra Rawat Inap. Jurnal sosial dan sains, 5(4), 1073-1080. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v5i4.32163
  12. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/permenkes-73-2016/
  13. Kustriyani, A., Deviani, D. A., Artemisia, S. D., Prasasti, A., Sriyanti, T., Wijiani, N., & Hidayati, N. (2024). Perbedaan obat berdasarkan nama generik dan nama dagang pada masyarakat Desa Genteng Kulon. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS), 2(2), 289-295. https://doi.org/10.54832/judimas.v2i2.280
  14. Lasriana, L., & Gunaryati, A. (2022). Sistem Informasi Apotek Berbasis Web Menggunakan Algoritma Sequential Search Dan Selection Sort. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika), 7(2), 392-401. https://doi.org/10.29100/jipi.v7i2.2709
  15. Maharani, R. A. (2022). Evaluasi sistem informasi pengelolaan persediaan obat di apotek indobat pedungan. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 10(2), 198-198. https://doi.org/10.33560/jmiki.v10i2.376
  16. Natsir, F., & Nastiti, T. I. (2025). Desain Sistem Informasi Manajemen Stok Obat Berbasis Metode FIFO pada Apotek Ban Cun Kramat Jaya. JUTEK: Jurnal Teknologi, 2(1), 1-7.
  17. Naufal, A., Nuryasin, I., Muthohirin, B. F., Titani, M., Akrom, A., & Fadlil, A. (2025). User acceptance testing melalui evaluasi blackbox dan ISO 9241-11 terhadap aplikasi kesehatan mobile: MAHATI. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika), 10(4), 4296-4304. https://doi.org/10.29100/jipi.v10i4.7377
  18. Norianti, E., & Elvina, R. (2023). Analisis penyebab obat kadaluwarsa (expired date) di instalasi farmasi rumah sakit" x" Padang tahun 2022. Indonesian Journal of Pharmaceutical Research, 3(2), 20-30. https://doi.org/10.31869/ijpr.v3i2.5232
  19. Nurcahyani, D. (2025). Evaluasi pengelolaan obat yang mendekati waktu kedaluwarsa tahun 2024 di Instalasi Farmasi RS X Ngawi. Parapemikir: Jurnal Ilmiah Farmasi, 14(3), 242-251.
  20. Oktaviani, N., & Pamudji, G. (2018). Evaluasi Pengelolaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Tahun 2017. Jurnal Farmasi Indonesia, 15(2), 135-147. https://doi.org/10.31001/jfi.v15i2.443
  21. Santoso, R. P., Ningsih, L. S. R., & Irawati, W. (2024). Implementation of segmenting targeting and positioning strategies in improving marketing performance. BIMA: Journal of Business and Innovation Management, 6(2), 280-292.
  22. Syafitri, R. D., Susilowati, M., & Kurniawan, Y. (2023). Analisis Kebutuhan Software Untuk Sistem Informasi Manajemen Layanan RSUD XYZ. Kurawal-Jurnal Teknologi, Informasi dan Industri, 6(1), 30-41. https://doi.org/10.33479/kurawal.v6i1.840
  23. Widyapratiwi, R., Febriani, A., & Husna, F. (2025). Kajian Kelengkapan Administrasif, Farmasetik, dan Klinis Pada E-Resep Pasien di Puskesmas Petir Kota Tangerang Januari├ óΓé¼ΓÇ£ Maret 2023. SAINSTECH FARMA, 18(1), 10-20. https://doi.org/10.37277/sfj.v18i1.2245

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.